Category: Majelis Ta’lim

Optimis dan Sabar dalam Menghadapi Musibah

Khotbah Jum’at 19 Februari 2021

Oleh Ust. Azwari Purba

الحمدلله والصلاة والسلام على سيد نا محمد رصول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيد نا محمداعبده ورسوله لانبي بعده أما بعد

فإني أوصيكم ونفسي بتقوى الله العلي القدير القائل في محكم كتابه: ولنبلونكو بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشرالصابرين.

الذين إذاأصابتهم مصيبة قالواإنا لله وإناإليه راجعون. أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون. (البقرة: 100-157).

Maa’syiral Muslimin rahimakumullah, Pada momentum ibadah Jumat ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan keimanan sekaligus senantiasa meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wata’ala yang telah menganugerahkan banyak nikmat kepada kita. Saking banyaknya nikmat yang diberikan, terkadang kita lupa tidak merawat dan mensyukurinya. Di antara nikmat itu seperti nikmat sehat, sempat, dan juga yang paling penting adalah nikmat iman dan Islam.

Semua nikmat yang dianugerahkan kepada kita ini pasti tidak bisa kita hitung satu persatu. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala:

وإن تعدوانعمة الله لا تحصوها إن الله لغفوررحيم

Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS An-Nahl:18).

Dalam mewujudkan rasa syukur kita, marilah kita senantiasa mengucapkan “Alhamdulillah” baik saat mendapat nikmat maupun saat kita ditimpa musibah. Karena perlu disadari, nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita lebih banyak dari masalah dan musibah yang kita hadapi dan rasakan. Dengan syukur dalam berbagai kondisi apa pun, mudah-mudahan Allah akan selalu menyayangi kita dan nikmat dari-Nya akan terus mengalir dalam kehidupan kita. Allah pun telah menjanjikan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:

واذتاذن ربكم لئن شكرتم لا زيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Semoga kita bukanlah hamba yang kufur akan nikmatnya sehingga kita bisa terhindar dari azab, musibah dan malapetaka dan kehidupan kita selamat di dunia dan akhirat. Amin.
Maa’syiral Muslimin rahimakumullah,  Dalam kehidupan ini, kita tidak akan pernah lepas dari nikmat dan begitu juga tak akan bisa lepas dari musibah dan cobaan. Saat mendapatkan nikmat dan saat menghadapi musibah, Agama Islam telah memberikan panduan dengan senantiasa memegang dua prinsip, yakni: asy-syukru indan niam (bersyukur ketika mendapat nikmat) dan ash-shabru indal musibah (bersabar saat mendapatkan musibah). Kedua hal ini pun bisa menjadi barometer (ukuran) keimanan seseorang yang akan menjadikannya kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan yang terus mengalami perubahan ini.

Allah sendiri sudah menegaskan bahwa manusia akan selalu diberi cobaan musibah yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 155 :

ولنبلونكم بشىء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرت وبشرالصبرين

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Dalam ayat ini, sabar menjadi perisai dan senjata orang-orang beriman dalam menghadapi beban dan tantangan hidup. Perasaan takut, kelaparan, kekurangan bekal, harta, jiwa dan buah-buahan adalah ujian yang bakal kita hadapi dalam kehidupan ini. Tidak ada yang melindungi kita dari ujian-ujian berat itu selain jiwa kesabaran yang telah dikaruniakan Allah kepada kita. Lalu siapakan orang yang bersabar itu? Diterangkan dalam ayat selanjutnya, dalam Surat Al-Baqarah Ayat 156 :

الذين إذا أصبتهم مصيبة قالواإنا لله وإنا إليه رجعون

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya semua dari Allah dan semua akan kembali kepadaNya).

 Maa’syiral Muslimin rahimakumullah,

Musibah adalah ujian dari Allah sekaligus wujud cinta-Nya pada hamba-Nya. Cinta dan kasih sayang Allah akan diberikan kepada hamba-Nya yang kuat dalam menghadapi musibah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah :

Yang Artinya: “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridha (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.”

Hadits ini memberikan motivasi kepada kita untuk senantiasa optimis dan terus sabar dalam menghadapi musibah. Memang terkadang, pesimisme terus menghantui kita dan semakin menambah berat beban dalam menghadapi musibah dan cobaan. Namun sebenarnya bukan besarnya ombak lautan yang kita hadapi, melainkan perahu kitalah yang terlalu kecil untuk mengarunginya. Bukan besarnya masalah yang kita hadapi, melainkan kesabaran kitalah yang terlalu kecil untuk menghadapinya.

Perlu disadari bahwa sikap sabar ini bukan berarti menyerah terhadap kondisi yang ada. Sabar harus diiringi dengan ikhtiar untuk menghadapi ujian yang ada. Bukan lari dari ujian itu sendiri. Ujian dalam hidup akan menjadikan kita lebih kuat dan berpengalaman dalam menghadapi ujian yang nantinya pasti akan kita temui lagi. Lari dari ujian hidup, bukanlah solusi untuk menyelesaikannya karena jika kita lari dari ujian dan masalah hidup, maka bersiaplah untuk menghadapi masalah yang lebih besar.

Sabar itu seperti payung yang tidak akan bisa menghentikan hujan namun akan melindungi kita dari air yang membasahi sehingga kita masih akan tetap bisa berjalan di tengah derasnya hujan. Kesabaran tidak akan bisa menghilangkan musibah namun kita akan tetap tegar dalam melewatinya.

Maa’syiral Muslimin rahimakumullah,

Dari penjelasan ini kita bisa menyimpulkan bahwa orang yang sabar adalah dia yang tidak lemah, tidak mudah patah semangat atau menyerah. Sifat sabar ini dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika umat Islam menjadi minoritas dan ditindas di Makkah. Tak ada yang berpaling, menyerah, atau kompromi soal aqidah Islam. Semua tetap tegas dan kuat meskipun dalam siksaan kaum Quraisy.

Demikian pula ketika di masa pasca Hijrah di Madinah, mereka tetap sabar dan tahan banting dengan pasukan yang jumlahnya lebih sedikit. Ketika menahan diri mereka bersabar, ketika perang terbuka pun mereka sabar. Dengan modal kesabaran ini, maka umat Islam tersebut meraih kemenangan gemilang.

Orang-orang yang sabar dan kuatlah yang akan disertai oleh Allah dengan kemenangan sebagaimana firman Allah dalam QS Ali ‘Imran: 146:

وكأين من نبى قتل معه ربيون كثير فماوهنوا لماأصابهم فى سبيل الله وماضعفوا ومااستكانوا والله يحب الصبرين

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” Maa’syiral Muslimin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah dan bersabar dalam menghadapi berbagai masalah dan musibah yang sudah menjadi sunnatullah harus dihadapi oleh manusia. Semoga kita termasuk orang yang kuat dan sabar dalam menghadapi segala bentuk permasalahan dalam hidup dan semoga kita termasuk orang-orang yang dilindungi dan dicintai Allah SWT.

Wisata Religi Majelis Mahabbatur Rosul ke Kubah Kuning

Kubah Kuning yang terletak di Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya adalah salah satu makam ulama  yang menyebarkan agama Islam berasal dari Banjarmasin ke Palangka Raya. Ulama tersebut dikenal dengan sebutan “Datu Tundai”, beliau adalah Al-Habib Muhammad Yasin bin M. Husein Al-Idrus.

Pada hari libur biasanya Kubah Kuning ramai dikunjungi orang-orang dari kota Palangka Raya untuk berziarah ke Makam Datu Tundai bahkan ada juga pengunjung yang berasal dari luar kota Palangka Raya.

Anggota Majelis Sesaat Sebelum Berangkat

Mengawali tahun baru 2021 Masehi Majelis Mahabbatur Rosul Al-Anwar Palangka Raya tepatnya pada hari Ahad tanggal 3 Januari 2021 melakukan ziarah ke Kubah Kuning Datu Tundai. Ziarah tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan kecintaan para anggota majelis kepada para Ulama sekaligus bertawasyul agar diberikan oleh Allah SWT kemudahan dan kelancaran dalam meningkatkan keimanan dan keikhlasan para anggotanya.

Menuju Lokasi dengan Kelotok

Kunjungan atau ziarah ke makam Kubah Kuning Datu Tundai tersebut menjadi salah satu agenda dari Majelis Mahabbatur Rosul yang dipimpin langsung oleh Guru Muhammad Abdul Nasir bersama dengan bebarapa anggota majelis diantaranya Jumadiansyah, Rusli, Erwin Saputra, Nur Hasan, Azwari Purba, Muhamad Afwan, Nono Nirwanto, dan Suhadi.

Kunjungan tersebut dilakukan dengan cara menyeberangi sungai Kahayan menggunakan perahu motor (Kelotok) dari pelabuhan air Bereng Bengkel ke muara desa Danau Tundai dalam waktu kurang lebih 50 menit.

Perjalanan Menuju Lokasi

Kubah Kuning merupakan salah satu objek wisata religi yang ada di wilayah kota Palangka Raya ini memiliki daya tarik tersendiri, karena pada saat pengunjung datang berziarah selalu disambut oleh kera atau monyet liar yang meminta makanan dari pengunjung. Namun sekawanan kera liar di tempat ini cukup jinak dan tidak mengganggu secara fisik kepada pengunjung. Melihat adanya keunikan dan daya tarik tersendiri ini bukan tidak mungkin objek wisata religi ini dapat dikelola dan dikembangkan lagi sehingga menjadi objek wisata yang dapat menjadi agenda kunjungan wisata bagi turis lokal, nasional maupun manca negara, tentunya potensi pengembangan objek wisata ini perlu dukungan optimal dari Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya misalnya dengan memberikan  infrastruktur yang memadai sehingga akses ke lokasi bisa lebih mudah lagi.

Kegiatan Peringatan Tahun Baru 1441 Hijriah

Setiap tanggal 10 Muharram, umat Islam beberapa daerah yang ada di Indonesia melaksanakan puasa yang sangat dianjurkan, yakni Puasa Asyura. Bahkan tidak hanya melaksanakan puasa saja, orang-orang di beberapa daerah biasanya juga merayakannya dengan membuat makanan spesial yakni bubur asyura.

Bubur asyura sangat unik karena dibuat dari campuran 41 jenis bahan makanan. Biasanya terdiri dari aneka macam sayuran, kacang-kacangan, sampai daging. Jumlah 41 bahan ini harus dicukupi karena sudah jadi tradisi. Tak ada resep pasti dalam membuat bubur ini. Biasanya memang ada beberapa bahan wajib yang selalu digunakan oleh kaum muslim di beberapa tempat, seperti kangkung, jagung manis, wortel, kentang, daun pucuk waluh, dan beberapa bahan lainnya. Bahkan ada yang memiliki ciri khas pada bubur asyura salah satunya adalah disertakannya ceker ayam. Pembuatannya juga memiliki keunikan tersendiri yaitu dibuat seara beramai-ramai dan bisa membentuk beberapa kelompok. Bubur asyura hasil olahan tersebut selanjutnya dibagikan kepada semua warga secara gratis.

Sambutan Ketua Pengurus Masjid Diwakili Oleh Sekretaris Pengurus, Bapak Juni Darmawansyah

Tradisi memasak Bubur Asyura yang selalu dilakukan bersama-sama ini juga dilakukan oleh jamaah Masjid Al-Anwar di Perumahan Bumi Palangka II, Palangka Raya. Jamaah Masjid Al-Anwar pada tanggal 30 Agustus 2020 atau bertepatan dengan tanggal 11 Muharram 1441 H pagi hari sejak pukul 07.30 WIB telah berkumpul di halaman Masjid Al-Anwar dan melakukan persiapan pembuatan bubur asyura tersebut. Jamah laki-laki menyiapkan tempat yang diperlukan dalam proses pembuatannya sedangkan jamaah perempuan berperan sebagai pembuatan bubur asyura dimulai dari penyiapan bahan baku dan memasak sampai dengan penyajiannya.

Pemberian Santunan Pada Anak Yatim Piatu

Tepat bakda shalat Dhuhur, proses pembuatan bubur asyura selesai dilaksanakan dan tibalah saatnya untuk membagikan kepada jamaah Masjid Al-Anwar, Warga Perumahan Bumi Palangka II dan sekitarnya. Namun sebelum dibagikan kepada jamaah, didahului dengan pembacaan doa selamat yang dilakukan di teras Masjid dipimpin oleh Ustadz Muhammad Abdul Nasir.

Proses Memasak Bubur Asyura

Setelah pembagian bubur asyura dan makan bersama dilanjutkan dengan kegiatan memberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 24 orang anak yang berasal dari warga sekitar perumahan Bumi Palangka II. Santunan diberikan dalam bentuk bingkisan tali asih dari jamaah Masjid Al-Anwar khususnya Majelis Ta’lim Ibu-Ibu pimpinan Ibu Hj. Rina Syahrani.

Pengurus Masjid Al-Anwar melalui Sekretaris Pengurus Masjid Al-Anwar, Bapak Juni Darmawansyah secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih kepada PHBI Masjid Al-Anwar dan Majelis Ta’lim Ibu-Ibu yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru 1441 Hijriah ini, terima kasih juga disampaikan kepada Pengurus Yayasan Al-Anwar yang telah memberikan dukungannya atas pelaksanaan kegiatan ini. Mudah-mudahan seluruh jamaah Masjid Al-Anwar selalu diberikan rezeki yang banyak dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT dan diajuhkan dari wabah penyakit Covid-19.

Melalui sekretarisnya, Ketua Pengurus Masjid Al-Anwar menyampaikan harapan dan pesan semoga kegiatan seperti ini juga bisa terlaksana pada tahun-tahun mendatang dengan lebih baik lagi, kepada majelis ta’lim Ibu-Ibu agar selalu bersatu dan tetap semangat untuk memajukan pengajian, khususnya majelis ta’lim Ibu-Ibu  Al-Anwar, demikian Juni Darmawansyah mengakhiri.

Hj. Rina Syahrani sebagai ketua Majelis Ta’lim Ibu-Ibu Al-Anwar juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan atensi ibu-ibu pengajian Al-Anwar yang ikut dalam kegiatan santunan terhadap anak yatim yang merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Majelis Ta’lim ibu-ibu Al-Anwar. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat berbuat banyak untuk anak-anak yatim yang berada di lingkungan perumahan Bumi Palangka II dan Sekitarnya khususnya bagi anak-anak yatim dari jamaah Masjid Al-Anwar.

Menyiapkan Bubur yang Akan Dibagikan

Konon ceriteranya bahwa tradisi Bubur Asyura ini berkaitan dengan kisah ketika Nabi Muhammad masih hidup. Saat itu Perang Badar sedang berlangsung. Usai perang, jumlah prajurit Islam menjadi lebih banyak. Saat itu seorang sahabat Nabi Muhammad memasak bubur. Namun jumlah makanan yang dibuatnya tidak mencukupi karena jumlah prajurit yang begitu banyak. Akhirnya Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya untuk mengumpulkan bahan apa saja yang tersedia untuk kemudian dicampurkan ke bubur tersebut agar jumlahnya cukup dan bisa didistribusikan pada semua prajurit.

Cerita lainnya terkait dengan asal usul bubur asyura adalah pada saat Nabi Nuh A.S. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh A.S. bertanya kepada pada umatnya “masihkah ada bekal yang tersisa untuk dimakan?” kemudian mereka menjawab “masih ya Nabi” Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur asyura. Yaitu bubur yang dibuat untuk menghormati hari ‘asyura’ yang dalam beberapa bahasa daerah di Indonesia diterjemahkan sebagai bubur untuk selamatan.

Bubur Siap Dibagikan Untuk Jamaah dan Warga Sekitar

Bubur asyura merupakan pengejawantahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang selama ini diberikan oleh Allah SWT. Namun dibalik itu bubur asyura selain sebagai simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa A.S. dan hancurnya bala tentara Fir’aun.

Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Banyaknya keistimewaan yang ditemukan dalam bulan Muharram (hari asyura) maka dianjurkan bagi semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Bubur hanyalah perlambang bahwa bulan Muharram, sebagai awal tahun baru Hijrah merupakan momentum untuk memperkokoh persaudaraan. Karena sejatinya bubur asyura yang telah dimasak tak mungkin disembunyikan, pastilah untuk dihidangkan dan dibagikan kepada semua warga sebagai tanda syukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

Untuk foto-foto kegiatan pada kegiatan memeriahkan Tahun Baru 1441 H yang lainnya silahkan klik DISINI. Silahkan berikan komentar, masukan dan kritik Anda pada form di bawah ini dan terimakasih atas kunjungan Anda semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua, Amin…