Artikel · 19-07-2021 1

MENEGUHKAN IMAN DI AKHIR ZAMAN

Oleh Ust. Juni Darmawansyah

Ust. Juni Darmawansyah

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرَاوَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرَاوَسُبْحَانَّ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ. اَللهُ اَكْبَرْ وَلِلهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلهِ اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الْغِزَارِ.

اَشْكُرُهُ عَلَى قِسَمِهِ الْمِدْرَارِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّااللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنِّ سَيِّدَانَ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِىُّ اْلمُنْتَارُ. صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ اْلاَطْهَارِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ. وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًاكَثِيْرَا. اَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوااللهَ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. فَالتَّقْوَى وَصِيَّةُ اللهِ لِلْاَوَّلِيْنَ وَالْاَخِرِيْنَ. وَشِعَارُالْمُؤْمِنِيْنَ وَدِ ثَارُالْمُتَّقِيْنَ.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

            Alhamdulillahirobbil’alamiin puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat taufiq, berkah, hidayah dan inayahNya kita semua masih diberikan panjang umur, sehat badan dan berkesempatan  dapat berjumpa kembali  dengan hari raya Idul Adha 1442 H tahun ini. insyaAllah kita akan dapat merayakannya dengan penuh ketenangan dan khidmat, dalam naungan, perlindungan dan keridhaan Allah SWT.

            Shalawat dan salam kiranya selalu kita haturkan kepada junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat dan pengikutnya, beliau Nabi Muhammad SAW yang menghantarkan kita pada ilmu pengetahuan dan peradaban tertinggi di dunia, semoga kita termasuk dalam barisan dan golongan beliau yang beriman, dan dimasukan ke dalam syurga Allah bersama-sama dengan beliau. Aamiin… aamiin… aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia…

            Hari raya Idul Adha disebutkan juga sebagai hari raya Qurban. Hari raya terbesar dalam Islam. Hal tersebut dikarenakan selama empat hari berturut – turut semua ummat Islam berada dalam suasana hari raya Idul Adha. Yaitu semenjak terbitnya fajar pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah sampai terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah nantinya, yang disebut dengan hari-hari Tasyriq.

Sebagai ummat Islam tentunya kita pahami bahwa hari raya qurban adalah sebuah sejarah untuk kita dari Allah SWT melalui ayat-ayatNya dalam Al Qur’an. Yaitu kisah Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ismail a.s dan seorang Ibu bernama Siti Hajar. Dalam Al Qur’an dinubuatkan bagaimana kekuatan dan keteguhan iman, keridhoan, keikhlasan, ketaatan serta bukti taqwa dari ketiga hamba pilihan dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Dari kisah ketiga tokoh tersebut Kita dapat membayangkan betapa besar dan agungnya jiwa ummat Islam yang bersedia berqurban, melaksanakan perintah Allah dengan berlandaskan pada keimanan dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahilhamdu.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

            Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri yaitu Ismail. Terjadi perang bathin dalam diri Nabi Ibrahim antara kecintaannya kepada  anaknya Ismail dengan ketaatannya untuk melaksanakan perintah Allah, maka dengan keimanan yang kuat dan teguh maka perintah Allah tersebut pun dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Dengan kekuatan keimanan, keikhlasan, keridhoan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Demikian pun dengan Ismail dan Siti Hajar ibu dari Nabi Ismail yang membenarkan atas pelaksanaan perintah Allah tersebut.

Maka dengan izin dan kuasa Allah SWT Ismail diganti dengan sembelihan hewan qurban.

Maka seketika itu Nabi Ibrahim berseru dengan ucapan: Laa Ilaaha Ilallahu Allahu Akbar (tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar)

dan disahut oleh Ismail : Allahu Akbar wa lillahilhamdu (Allah Maha Besar, dan segala Puji-puji bagi Allah)

Peristiwa sejarah ini menjadi dasar disyari’atkannya perintah berqurban yang dilakukan oleh ummat Islam pada tiap hari raya Idul Adha diseluruh penjuru  dunia. Bersyukurlah bagi hamba Allah yang berhasil mengalahkan hawa nafsu dan alasan duniawinya sehingga mampu berqurban pada tahun ini. Semoga Allah membalas pahala dan diberikan rezeki yang banyak berlipat ganda, yang halal dan yang barokah.

Ma’asyirol Muslimin wal Muslimat Jamaah Shalat Idul Adha…

Dalam kesempatan ini khatib akan mengambil  Tema khutbah Idul Adha :

“MENEGUHKAN IMAN DI AKHIR ZAMAN”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahilhamdu

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Kita ketahui dan harus kita sadari bahwa tantangan umat Muslim dalam era zaman globalisasi, zaman modernisasi sekarang tidak lah kalah hebatnya dengan umat-umat Islam sebelum kita.

Jika pada zaman Nabi Muhammad dan para sahabat mereka mengalami peperangan besar. Dahsyatnya perang Badar, berkecamuk nya perang Uhud, dan juga luar biasanya perang khandak. Tak kurang juga perjuangan para ulama-ulama dalam memperjuangkan agama Allah, mereka berhadapan dengan ujung panah, berhadapan dengan mata tombak, berhadapan dengan moncong senjata atau pun berhadapan dengan tajamnya mata pedang.

Dan kita yang sekarang ini di zaman serba modern, di era globalisasi dan keterbukaan informasi tidaklah  kalah dahsyatnya jika kita sadari perang yang sedang dihadapi umat Islam. Perang aqidah, perang ideologi, perang mempertahankan keyakinan dan perang melawan hawa nafsu. Di mana umat Islam di serbu dari segala penjuru. Aqidah di serang dengan paham-paham yang merusak. Peradaban kehidupan di acak-acak. Yang salah dikatakan benar, yang benar dikatakan salah. Yang halal di haramkan. Yang haram di buat  aturannya menjadi halal.  Ilmu fiqih di berondong dengan aturan yang menabrak dari pada hukum dan ketentuan Allah dan sunah Rasulullah SAW. Makanan minuman  di campuri dan di  racuni dengan hal yang bertentangan dengan hukum Islam, pakaian di lucuti dan di serang dengan mode dan model yang tidak mencerminkan syar’i dalam Islam. Semua penyerbu ini menginginkan agar umat Islam menjadi lemah dan secara perlahan melepaskan  aqidahnya, melepaskan keimanannya, melepaskan keislamannya dan melepaskan keyakinannya.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Islam tidak lah akan hilang dari dunia  dan  muka bumi ini. Tetapi bisa jadi Islam akan lepas dan sirna dari kehidupan kita dan keluarga kita juga lingkungan kita, jika kita tidak menjaganya, tidak melanjutkannya pada generasi yang akan datang yaitu pemuda pemudi dan anak-anak kita sekarang.

Dengan gempuran paham-paham liberalisme, atheisme, marxisme dan juga komunisme dengan berbagai macam cara dan sarananya yang merasuk pada generasi penerus agama Islam.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia…

Dalam hadis Rasulullah SAW pernah bersabda :

‘an Ali Rodhiallahu ‘Anhu Qoola. Qoola Rosulallahi SAW

سياتي على الناس زمان لايبقى من الاسلام الا اسمه ولامن القران الارسمه

Artinya : “Akan datang di tengah tengah umat ku suatu zaman. Dimana Islam ada tapi hanya tinggal namanya. Dimana Al qur’an ada tapi hanya tinggal tulisannya.” (HR. Baihaqi)

Kapan zaman itu akan dialami umat Islam? Yaitu jika umat Islam tidak lagi menegakkan shalat. Terutama shalat berjamaah. Ketika Masjid hanya sebagai symbol keislaman. Masjid-masjid berdiri megah tetapi jauh dari hidayah. Islam akan tinggal namanya ketika umat Islam lupa dengan Allah Tuhan semesta alam, sibuk dengan urusan dunia. Mengaku Islam namun tak tampak keislaman dalam kehidupannya. Mengaku Islam namun melanggar hukum-hukum agama Islam. Yang lebih miris yaitu mereka yang mengaku intelektual muslim malah mencoba mengubah dan mereformasi hukum dan nilai Islam yang mereka anggap tidak sesuai atau tidak relevan dengan dunia modernisasi. Islam hanya tinggal namanya ketika umat Islam takut. Takut dengan segala ancaman untuk beribadah, takut kehilangan pangkat dan jabatan, takut bangkrut  usahanya, takut hancur kariernya dan takut akan kematiannya karena terlalu mencintai dunia. Di saat itulah Islam hanya tinggal namanya.

Kemudian, kapan zaman Al Qur’an hanya tinggal tulisannya? Jawabnya ialah jika umat Islam tidak lagi mau belajar Al Qur’an, tidak lagi membaca Al Qur’an. ketika pemuda pemudi dan anak-anak umat Islam tidak lagi tertarik untuk belajar Al Qur’an. Ketika orang tua tidak lagi mengutamakan pentingnya anak untuk belajar Al Qur’an.  Di saat itulah Al Qur’an tinggal lah tulisannya. Karena umat Islam nya, pemuda-pemudi nya, anak-anaknya sibuk dengan mengutamakan ilmu pengetahuan dunia, sibuk dengan permainan game gadgednya, sibuk dengan aplikasi smart phone nya,  sehingga lupa dengan kewajiban mempelajari Al Qur’an. Lambat laun di masa mendatang bukan tidak mungkin hal ini akan terjadi pada generasi  setelah kita. Generasi yang tidak bisa membaca Al Qur’an apalagi mengerti isi kandungan dalam AL Qur’an. Wallahu ‘alam bi showaf.

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia…

Rasulullah SAW juga pernah memperingatkan pada kaum muslim akan suatu penyakit di akhir zaman. Yang mana bila penyakit ini telah datang dan melanda hampir seluruh umat Islam, maka saat itu lah selemah-lemahnya keadaan umat Islam. Apakah wabah penyakit itu?

Dari Hadits diriwayatkan Abu Dawud yang berbunyi :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat,) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi hidangan/makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, ”Bahkan jumlah kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Dan niscaya Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian terhadap kalian dan akan menimpakan Allah ke dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahilhamdu

Saudara-saudara ku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia

Kita harus sadari bahwa kita adalah umat Islam yang jauh dari masa kenabian,  dan semakin hari kita semakin mendekati akhir zaman. Dengan mengambil pelajaran dari peristiwa bersejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya, marilah hendaknya kita selalu berusaha meningkatkan kekuatan keimanan keteguhan keislaman,  belajar  tentang keikhlasan, keridhoan, ketaatan dan selalu bertambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan cara kita bermuhabbah, mendekatkan diri dan menyenangi para ulama-ulama, warosatul anbiya. Menambah bekal ilmu pengetahuan agama, dan meneruskannya pada anak keturunan kita.

Ibu-ibu kaum muslimin sebagai madrasathul awwal, tempat pendidikan awal anak memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan watak generasi penerus umat dan anak bangsa di masa mendatang. Dan peran ayah diharapkan menjadi teladan, membimbing istrinya, anak-anaknya dan keluarganya serta memberikan contoh yang baik dan  teladan pula bagi lingkungan dan masyarakatnya.

Sebagai warga negara kita harus tunduk dan patuh kepada pemerintah yang sah, yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, serta sesuai dengan kaidah syari’at Islam.

Akhirnya mudah mudahan segala amal ibadah kita di hari raya Idul Adha tahun ini, di terima oleh Allah SWT, dan menghasilkan buah hikmad yang membekas dan terpatri dalam hati sanubari  kita semuanya. Mudah-mudahan kaum muslimin wal muslimat yang saat ini dapat melaksanakan ibadah haji di Makkatul Mukarramah diberikan kelancaran dan kemudahan serta ganjaran pahala dari Allah SWT. Bagi kita umat muslim Indonesia yang belum bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Makkah, semoga kita diberikan kesabaran, kesehatan dan mudah-mudahan kita diberikan rezeki dan umur yang panjang untuk berkesempatan melaksanakan ibadah haji.

Aamiin … aamiin … Yaa Rabbal ‘alamiin.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِّنَ اْلعَائِدِ يْنَ وَالْفَائِزِيْنَ اْلاَمِنِيْنَ.

وَاَدْخَلَنَاوَاِيَّاكُمْ فِىْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ.

وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْوَارْحَمْ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ.

— ooOoo —

اَللهُ اَكْبَرُ7× اَللهُ اَكْبَرُكَبِيْرَاوَاْلحَمْدُلِلهِ كَثِيْرَا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلَا.

اَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِىْ اَعَادَ اْلاَعْيَادَ وَكَرَّرَ. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ اَنْ خَلَقَ وَصَوَّرَ. وَاَشْهَدُ اَنْ لَّا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً يَثْقَلُ بِهَا اْلمِيْزَانُ فِى الْمَحْشَرِ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًارَّسُوْلُ اللهِ اْلمَبْعُوْثَ اِلَى اْلاَسْوَدِ وَاْلاَحْمَرِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اْلفَئِزِيْنَ بِالشَّرَفِ اْلاَفْخَرِ. (اَمَّابَعْدُ) فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوااللهَ فِيْمَااَمَرَ. وَانْتَهُوْاعَمَّانَهَى اللهُ عَنْهُ وَحَذَّرَ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ تَعَالَى صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. فَقَالَ تَعَالَى : اِنَّ اللهَ وَمَلَا ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَالَى النَّبِىِّ يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ خَيْرِاْلخَلْقِ صَاحِبِ اْلوَجْهِ اْلاَنْوَارِ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ كُلِّ الصَّحَابَتِ اَجْمَعِيْنَ.

— ooOoo —

Berikut adalah video pemotongan hewan qurban yang sempat di abadikan

Saat ini peserta Ibadah Qurban mengeluarkan uang untuk hewan qurbannya, Insya Allah digantikan oleh Allah dengan Berhaji ke Baitullah, Amiin…

Berikut adalah teks khotbah Idul Adha Tahun 1442 H versi cetak dengan format PDF :