Tag: al-anwar

Keadaan Keuangan RKM Al-Anwar 2020

Berikut ini adalah informasi kondisi keuangan RKM Al-Anwar pada Akhir Tahun 2020, silahkan disimak dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan langsung menghubungi pengurus RKM pada saat kegiatan rutin RKM di laksanakan di Masjid Al-Anwar, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi Anggota RKM Al-Anwar Palangka Raya.

Kami juga mengharapkan kehadiran jamaah anggota RKM pada kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan pada Malam Jum’at Minggu Pertama Ba’da Shalat Maghrib di Masjid Al-Anwar Palangka Raya

Anda juga dapat mendownload dokumen laporan tersebut di link Khusus Download atau dokumen laporan dalam format XLS DISINI

Terima kasih telah berkunjung di website Masjid Al-Anwar, semoga bermanfaat untuk semuanya, amin…

Wisata Religi Majelis Mahabbatur Rosul ke Kubah Kuning

Kubah Kuning yang terletak di Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya adalah salah satu makam ulama  yang menyebarkan agama Islam berasal dari Banjarmasin ke Palangka Raya. Ulama tersebut dikenal dengan sebutan “Datu Tundai”, beliau adalah Al-Habib Muhammad Yasin bin M. Husein Al-Idrus.

Pada hari libur biasanya Kubah Kuning ramai dikunjungi orang-orang dari kota Palangka Raya untuk berziarah ke Makam Datu Tundai bahkan ada juga pengunjung yang berasal dari luar kota Palangka Raya.

Anggota Majelis Sesaat Sebelum Berangkat

Mengawali tahun baru 2021 Masehi Majelis Mahabbatur Rosul Al-Anwar Palangka Raya tepatnya pada hari Ahad tanggal 3 Januari 2021 melakukan ziarah ke Kubah Kuning Datu Tundai. Ziarah tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan kecintaan para anggota majelis kepada para Ulama sekaligus bertawasyul agar diberikan oleh Allah SWT kemudahan dan kelancaran dalam meningkatkan keimanan dan keikhlasan para anggotanya.

Menuju Lokasi dengan Kelotok

Kunjungan atau ziarah ke makam Kubah Kuning Datu Tundai tersebut menjadi salah satu agenda dari Majelis Mahabbatur Rosul yang dipimpin langsung oleh Guru Muhammad Abdul Nasir bersama dengan bebarapa anggota majelis diantaranya Jumadiansyah, Rusli, Erwin Saputra, Nur Hasan, Azwari Purba, Muhamad Afwan, Nono Nirwanto, dan Suhadi.

Kunjungan tersebut dilakukan dengan cara menyeberangi sungai Kahayan menggunakan perahu motor (Kelotok) dari pelabuhan air Bereng Bengkel ke muara desa Danau Tundai dalam waktu kurang lebih 50 menit.

Perjalanan Menuju Lokasi

Kubah Kuning merupakan salah satu objek wisata religi yang ada di wilayah kota Palangka Raya ini memiliki daya tarik tersendiri, karena pada saat pengunjung datang berziarah selalu disambut oleh kera atau monyet liar yang meminta makanan dari pengunjung. Namun sekawanan kera liar di tempat ini cukup jinak dan tidak mengganggu secara fisik kepada pengunjung. Melihat adanya keunikan dan daya tarik tersendiri ini bukan tidak mungkin objek wisata religi ini dapat dikelola dan dikembangkan lagi sehingga menjadi objek wisata yang dapat menjadi agenda kunjungan wisata bagi turis lokal, nasional maupun manca negara, tentunya potensi pengembangan objek wisata ini perlu dukungan optimal dari Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya misalnya dengan memberikan  infrastruktur yang memadai sehingga akses ke lokasi bisa lebih mudah lagi.

Keadaan Keuangan Yayasan Al-Anwar 2020

Sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada jamaah Al-Anwar, berikut ini kami informasikan kondisi keadaan keuangan dan kas Yayasan Al-Anwar Tahun 2020 :

  • Penerimaan : Rp.0,-
  • Pengeluaran : Rp.5.000.000,-
  • Saldo Rekening Giro : 3.986.000,-
  • Saldo Kas Bendahara : (Rp.2.914.000,-)

Saldo Kas pada bendahara sebesar (Rp.2.914.000,-) hal ini dikarenakan saldo rekening giro tidak diambil dan untuk menutupi kekurangan tersebut bendahara dipinjami oleh jamaah Al-Anwar.

Sejarah dan Makna Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam. Tetapi, apakah makna dari perjalanan suci itu?

Isra Miraj yang setiap tahun diperingati oleh umat Islam adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ketujuh.

Isra Miraj dilakukan hanya dalam waktu satu malam dengan mengendarai buraq, yaitu makhluk yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menuju Sidratil Muntaha dengan kecepatan yang luar biasa.

Nabi Muhammad SAW Bertemu dengan Nabi lain.

Pada perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi lainnya. Saat membuka pintu langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam. Lalu, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya.

Beranjak ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf. Setelah itu, di langit keempat dan kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris serta Nabi Nabi Harun. Naik ke langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa.

Sampai di lapisan langit ke tujuh, Nabi Muhammad disambut oleh Nabi Ibrahim, yang sekaligus menemaninya ke Sidratul Muntaha. Sesampainya disana, Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan salat 50 waktu dalam sehari semalam.

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW turun ke langit keenam dan kembali bertemu dengan Nabi Musa. Mendengar Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah salat 50 waktu dalam sehari dari Allah SWT, Nabi Musa menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk kembali ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan.

Nabi Muhammad SAW Kembali Ke Sidratul Muntaha.

Nabi Muhammad mengikuti saran Nabi Musa dan kembali lagi ke Sidratul Muntaha. Permohonan keringanan Nabi Muhammad dikabulkan oleh Allah SWT dengan dikuranginya 5 salat dalam sehari.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW kembali turun ke Nabi Musa dan mendapat saran yang sama. Nabi Musa masih merasa umat Nabi Muhammad SAW tidak akan mampu mengerjakan salat sebanyak 45 waktu dalam sehari.

Nabi Muhammad SAW lalu kembali lagi ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan. Lalu, Allah mengabulkan permintaan Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, Beliau turun untuk menemui Nabi Musa lagi.

Masih mendapatkan saran yang sama, Nabi Muhammad sampai bolak-balik antara Sidratul Muntaha dan langit keenam berkali-kali. Akhirnya, Allah memerintahkan kepada seluruh hambanya lewat Nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan salat 5 waktu dalam sehari.

Sebenarnya, Nabi Musa masih menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan kembali. Namun, Nabi Muhammad SAW merasa malu kepada Allah SWT karena bolak-balik meminta keringanan. Beliau menerima perintah Allah untuk menjalankan salat 5 waktu dalam sehari.

Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini mungkin tidak terpikir oleh logika dan nalar manusia biasa. Tetapi, wajib untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam. Semoga peristiwa Isra Miraj di atas dapat membuat Anda semakin mengetahui sejarah Islam dan asal usul salat 5 waktu.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber