Tag: bumi palangka ii

Penerapan Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 26 Tahun 2020

Mengingat semakin meluasnya tingkat penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) Palangka Raya Nomor 26 Tahun 2020 yang ditanda tangani pada tanggal 7 September 2020 lalu dan sebagai tindak lanjut penerapannya, Pemko Palangka Raya sangat gencar mensosialisasikannya kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sumber Gambar : https://bkpsdm.palangkaraya.go.id/

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa Perwali akan diterapkan mulai tanggal 14 September 2020 dan diiringi dengan pemberian sanksi bagi pelanggar peraturan tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar tingkat penyebaran dan penularan Virus dapat dihentikan.

Subjek dalam peraturan tersebut adalah perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum. Setiap orang wajib melakukan 4M yaitu:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan
  3. Menjaga jarak
  4. Menghindari kerumunan

Berdasarkan peraturan di atas, maka Pengurus Masjid Al-Anwar Perum Bumi Palangka II Palangka Raya mengajak kepada seluruh jamaah untuk mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut. Mari bersama-sama mencegah dan mengurangi penyebaran covid-19 dengan melaksanakan 4M di atas.

Sosialisasi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan tersebut dapat dilihat pada bagian berikut :

Sedangkan Peraturan Wali Kota Palangkaraya Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi di Kota Palangka Raya dapat di download DISINI

Sejarah dan Makna Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam. Tetapi, apakah makna dari perjalanan suci itu?

Isra Miraj yang setiap tahun diperingati oleh umat Islam adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ketujuh.

Isra Miraj dilakukan hanya dalam waktu satu malam dengan mengendarai buraq, yaitu makhluk yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menuju Sidratil Muntaha dengan kecepatan yang luar biasa.

Nabi Muhammad SAW Bertemu dengan Nabi lain.

Pada perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi lainnya. Saat membuka pintu langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam. Lalu, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya.

Beranjak ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf. Setelah itu, di langit keempat dan kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris serta Nabi Nabi Harun. Naik ke langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa.

Sampai di lapisan langit ke tujuh, Nabi Muhammad disambut oleh Nabi Ibrahim, yang sekaligus menemaninya ke Sidratul Muntaha. Sesampainya disana, Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan salat 50 waktu dalam sehari semalam.

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW turun ke langit keenam dan kembali bertemu dengan Nabi Musa. Mendengar Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah salat 50 waktu dalam sehari dari Allah SWT, Nabi Musa menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk kembali ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan.

Nabi Muhammad SAW Kembali Ke Sidratul Muntaha.

Nabi Muhammad mengikuti saran Nabi Musa dan kembali lagi ke Sidratul Muntaha. Permohonan keringanan Nabi Muhammad dikabulkan oleh Allah SWT dengan dikuranginya 5 salat dalam sehari.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW kembali turun ke Nabi Musa dan mendapat saran yang sama. Nabi Musa masih merasa umat Nabi Muhammad SAW tidak akan mampu mengerjakan salat sebanyak 45 waktu dalam sehari.

Nabi Muhammad SAW lalu kembali lagi ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan. Lalu, Allah mengabulkan permintaan Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, Beliau turun untuk menemui Nabi Musa lagi.

Masih mendapatkan saran yang sama, Nabi Muhammad sampai bolak-balik antara Sidratul Muntaha dan langit keenam berkali-kali. Akhirnya, Allah memerintahkan kepada seluruh hambanya lewat Nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan salat 5 waktu dalam sehari.

Sebenarnya, Nabi Musa masih menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan kembali. Namun, Nabi Muhammad SAW merasa malu kepada Allah SWT karena bolak-balik meminta keringanan. Beliau menerima perintah Allah untuk menjalankan salat 5 waktu dalam sehari.

Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini mungkin tidak terpikir oleh logika dan nalar manusia biasa. Tetapi, wajib untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam. Semoga peristiwa Isra Miraj di atas dapat membuat Anda semakin mengetahui sejarah Islam dan asal usul salat 5 waktu.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber