Tag: pariwisata

Wisata Religi Majelis Mahabbatur Rosul ke Kubah Kuning

Kubah Kuning yang terletak di Kelurahan Bereng Bengkel, Kota Palangka Raya adalah salah satu makam ulama  yang menyebarkan agama Islam berasal dari Banjarmasin ke Palangka Raya. Ulama tersebut dikenal dengan sebutan “Datu Tundai”, beliau adalah Al-Habib Muhammad Yasin bin M. Husein Al-Idrus.

Pada hari libur biasanya Kubah Kuning ramai dikunjungi orang-orang dari kota Palangka Raya untuk berziarah ke Makam Datu Tundai bahkan ada juga pengunjung yang berasal dari luar kota Palangka Raya.

Anggota Majelis Sesaat Sebelum Berangkat

Mengawali tahun baru 2021 Masehi Majelis Mahabbatur Rosul Al-Anwar Palangka Raya tepatnya pada hari Ahad tanggal 3 Januari 2021 melakukan ziarah ke Kubah Kuning Datu Tundai. Ziarah tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan kecintaan para anggota majelis kepada para Ulama sekaligus bertawasyul agar diberikan oleh Allah SWT kemudahan dan kelancaran dalam meningkatkan keimanan dan keikhlasan para anggotanya.

Menuju Lokasi dengan Kelotok

Kunjungan atau ziarah ke makam Kubah Kuning Datu Tundai tersebut menjadi salah satu agenda dari Majelis Mahabbatur Rosul yang dipimpin langsung oleh Guru Muhammad Abdul Nasir bersama dengan bebarapa anggota majelis diantaranya Jumadiansyah, Rusli, Erwin Saputra, Nur Hasan, Azwari Purba, Muhamad Afwan, Nono Nirwanto, dan Suhadi.

Kunjungan tersebut dilakukan dengan cara menyeberangi sungai Kahayan menggunakan perahu motor (Kelotok) dari pelabuhan air Bereng Bengkel ke muara desa Danau Tundai dalam waktu kurang lebih 50 menit.

Perjalanan Menuju Lokasi

Kubah Kuning merupakan salah satu objek wisata religi yang ada di wilayah kota Palangka Raya ini memiliki daya tarik tersendiri, karena pada saat pengunjung datang berziarah selalu disambut oleh kera atau monyet liar yang meminta makanan dari pengunjung. Namun sekawanan kera liar di tempat ini cukup jinak dan tidak mengganggu secara fisik kepada pengunjung. Melihat adanya keunikan dan daya tarik tersendiri ini bukan tidak mungkin objek wisata religi ini dapat dikelola dan dikembangkan lagi sehingga menjadi objek wisata yang dapat menjadi agenda kunjungan wisata bagi turis lokal, nasional maupun manca negara, tentunya potensi pengembangan objek wisata ini perlu dukungan optimal dari Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya misalnya dengan memberikan  infrastruktur yang memadai sehingga akses ke lokasi bisa lebih mudah lagi.